By Yuswohady

Facebook sudah seperti layaknya narkoba. Awalnya penasaran, karena selalu menjadi bahan pergunjingan teman di kantin, sela-sela meeting, atau saat SMSan. Lalu Anda iseng mencobanya dengan membikin account. Lalu Anda sambil lalu senang menulis status, mengubah-ubah profile foto, mencek status temen, atau melakukan chatting dan menulis wall.

Begitu keasyikan, Anda pun mulai merasa banyak waktu Anda terambil untuk Facebooking. Facebook pun menjadi peringkat satu dalam list teman dekat Anda mengalahkan pacar, bahkan istri/suami (juga selingkuhan…hehehe). Dan pada akhirnya sampai pada suatu titik dimana Anda tak berdaya lagi untuk keluar dari pengaruh “medan magnet” Facebook.

Begitu banyak waktu Anda habiskan untuk “fly” (tripping juga kalee…) di dunia Facebook. Kemanapun dan dimanapun otak Anda terus memikirkannya. Anda seperti berada dalam pengaruh “guna-guna” Facebook. Sejam saja tak login, rasanya mau kiamat, Anda menjadi begitu resah, tidak konsen saat meeting dengan rekan kerja di kantor.

Anda juga dihantui “kangen luar biasa” ketika sesaat saja tidak bertemu, bercengkrama, dan berdiskusi dengan teman-teman virtual Anda di Facebook. Hidup Anda menjadi hampa ketika Anda tidak berada di titik fokus sorotan teman-teman Facebook Anda (well… “celebrity syndrome” or “narcissistic disease”).

Inilah suatu titik dimana Anda terjangkit penyakit yang cool abis: Facebookaholic.

Mau tahu Anda terjangkit Facebookaholic? Ikuti link ini: Are You Facebook Addicted?

Penyakit ini ganas minta ampun. Menular dan menyebar 1000 kali lebih ganas dari HIV dan DB. Penyebarannya merata di seluruh jengkal bumi ini, tak kenal negara miskin-kaya, berkembang-maju, berkulit hitam-putih, bermata sipit-belok.

Kalau untuk melawan HIV dan DB para pakar kedokteran bekerja siang malam untuk menciptakan obat anti-virus HIV dan obat anti-DB, maka kini belum sekalipun terdengar obat anti-virus Facebookaholic.

Kalau selama ini dikenal banyak rumah sakit dan klinik dibangun untuk pemuihan penderita dari ketergantungan narkoba, maka sekalipun saya belum pernah mendengar klinik untuk membantu penderita keluar dari jerat ketergantungan Facebookaholic ini.

Wah… gawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat!!!!!!!!!!!!