Legalitas Sebagai Pondasi Bisnis Untuk Tumbuh

Jangan anggap remeh bisnis UKM. Jika dikelola dengan baik, usaha kecil juga bisa beromzet MILYARAN! 💰💰💰

Tapi hati-hati jika cuek dengan urusan LEGALITAS… Bisa-bisa bisnis Anda kejeblos masalah suatu hari. ⚖

🌾 Apa saja yang perlu disiapkan agar bisnis kita legal dan aman?

 

Yuk kita simak…
“Legalitas Sebagai Pondasi Bisnis Untuk Tumbuh”

 

👨Bersama
Bimo Prasetyo

⭐ Creative Legalpreneur
⭐ Founder SMART Legal Network
⭐ Sekretaris Jendral TDA 5.0

🗓 Selasa, 5 September 2017
🕰 15.00-17.00
(registrasi mulai 14.30)
🏢 Kantor Legalo, 18 Office Park, Jl. TB Simatupang, Jaksel

💰 Investasi :
Member TDA Rp. 50.000
Non member Rp. 150.000

 

📝 Pendaftaran :
Mas Sony +628995708330

Format :
DAFTAR SEMINAR 5 SEP_NAMA_NO. MEMBER TDA/NON MEMBER

Read More

Jack Ma Akhirnya Resmi Jadi Penasihat e-Commerce di Indonesia

Jack Ma Akhirnya Resmi Jadi Penasihat e-Commerce di Indonesia

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mendapat harapan baru dengan hadirnya Jack Ma sebagai penasihat e-commerce di Indonesia. Pendiri sekaligus CEO perusahaan e-commerce terbesar di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini memiliki pandangan bahwa usaha-usaha kecil haruslah diberi akses terhadap teknologi agar dapat berkembang lebih jauh.

Visi Jack Ma ini senada dengan Presiden kita. Menurut Jokowi, UMKM harus mendapat akses terhadap teknologi dan ekonomi digital. Dengan jumlah mencapai 57,9 juta dan serapan lapangan kerja hingga 80%, UMKM yang memiliki daya tahan tinggi mampu menopang perekonomian negara, bahkan saat terjadi krisis global.

Namun UMKM masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas, akses modal dan pendanaan alternatif. Demikian pula dengan akses teknologi, akses pasar global serta integrasi mata rantai regional dan global.

Oleh karena itu, dalam kunjungannya ke kantro pusat Alibaba Group Corporate di   Hangzhou, Provinsi Zhejiang, RRT September 2016 lalu, Jokowi telah menjajagi kemungkinan bekerjasama dengan Jack Ma dalam meningkatkan potensi UMKM Indonesia.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para petinggi Alibaba di sana membahas pembentukan platform perdagangan elektronik atau Electronic World Trade Platform (e-WTP) untuk membantu UMKM meraih sukses dalam perdagangan dunia melalui inkubasi peraturan yang memungkinkan perdagangan antar dunia.

Menurut Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Indonesia memiliki proyeksi target bisnis e-commerce mencapai US$ 130 miliar pada 2020. Karena itu, penunjukan Jack Ma sebagai penasihat merupakan salah satu cara agar bisa mencapai angka tersebut. Menurut dia, akan terasa berat bagi Indonesia mencapai target itu jika tidak melakukan langkah “menggaet” bos Alibaba tersebut.

Kunjungan Jokowi ke Alibaba, September 2016 (foto:tekno.kompas.com)

Pucuk dicinta ulam pun tiba, pertengahan Agustus 2017, Jack Ma resmi menerima tawaran pemerintah Indonesia menjadi penasihat steering committee dari inisiatif dalam menyusun peta jalan (roadmap) e-commerce di Indonesia.

Peta jalan e-commerce tersebut memuat tujuh poin mengenai upaya pengembangan ekonomi digital, yaitu persoalan logistik, pendanaan, perlindungan konsumen, infrastruktur komunikasi, pajak, pendidikan dan keamanan cyber.

Selanjutnya pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membangun sebuah steering committee. Nantinya steering committee inilah yang akan membangun roadmap tersebut.

Jack Ma sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai satuan tugas Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di B20, sebuah badan perumus kebijakan di bawah G20.

Semoga peran Jack Ma sungguh bisa membantu UMKM Indonesia semakin melek teknologi dan mendunia. Sehingga visi Indonesia sebagai digital ekonomi terbesar pada 2020 bisa terwujud.

 

Read More

MEMAKNAI THE FOUNDER

Mungkin ini adalah film yang benar-benar mengganggu fikiran Saya. Sebuah film yang sangat berani memvisualkan kembali sepak terjang Ray Kroc dalam membesarkan dan membangun McDonalds.

McDonalds yang awalnya dibangun oleh Dick dan Maurice McDonlads, ternyata membesar dan diambil alih oleh seorang ambisius bernama Ray Kroc.

Awalnya Ray Kroc hanyalah seorang sales mixer yang terkejut atas banyaknya pesanan mixer di San Bernardino, California.

Sebuah outlet kecil yang menjual burger tetiba memesan mixer dalam jumlah yang banyak. Outlet itu memang ramai. Orang-orang sampai berbaris mengantri di outlet mereka. Hanya untuk sebuah burger dan sepaket kentang.

Itulah kali pertama seorang Ray Kroc terkesima dengan McD yang dihelat oleh sepasang kakak beradik. Namun disinilah bedanya, Ray Kroc memiliki hasrat menumbuhkan yang lebih tinggi dibanding sang pemilik.

Perlahan Ray Kroc masuk sebagai mitra pewaralaba. Perlahan dia membangun banyak kerjasama dengan banyak franchisee. Lama kelamaan, Ray Kroc mengimplantkan bisnis model property kedalam bisnis McD. Dan perlahan tapi pasti, Ray Kroc berhasil mengakuisisi McD dengan sangat mulus.

Detail perjalanan Ray Kroc dan pembahasan mengenai film The Founder, akan menjadi tema pembahasan kita di zid club dalam beberapa artikel ke depan.

Artikel kali ini, Saya akan berfokus berbicara tentang “obsesi bertumbuh”.

Film The Founder mengajarkan kepada kita tentang urgensi sebuah obsesi dan ketekunan. Dick dan Maurice McDonalds adalah penggagas McD. Mereka berdua yang menemukan “spedee system” di dapur mereka. Burger in 30 seconds, itulah semboyannya. Mereka berdua juga yang mengubah budaya order dengan pramusaji menjadi order ke meja kasir. Mereka yang memulai. Dan berhasil. Namun mereka juga yang akhirnya terakuisi oleh Ray Kroc.

Apa sebab? Mungkin karena mereka berpuas dengan 1 outlet. Mereka merasa bahwa banyaknya outlet akan mempengaruhi standard dan menabrak kualitas.

Tirani Fikiran tersebut menjangkiti pendiri, tetapi tidak untuk Ray Kroc. Beliau hanya berfikir : “bagaimana agar membanyak, dan kualitas tetap terjaga”

Ray Kroc punya ambisi. Ambisi inilah yang mentenagai segala langkah dan upaya. Saran Saya, alangkah baiknya Anda berinvestasi waktu menonton The Founder. Usahakanlah dapat menonton filmnya. Karena pembahasan kita kedepan akan banyak membahas tentang film ini.

Ujung dari semua ini adalah diakuisisinya McD oleh Ray Kroc atas pendiri awal McD : Dick dan Maurice. Tragis. Menurut Saya tragis.

Dick dan Maurice pun, pada akhirnya tidak dapat menggunakan nama McDonalds. Nama yang mereka sematkan sendiri sedari awal. Karena Ray Kroc akhirnya memiliki nama itu.

Ketika Anda menonton The Founder, mungkin Anda akan menilai Ray Kroc yang jahat. Saya pun begitu. Tetapi di sisi lain, Ray Kroc memang membuktikan keaungguhannya dalam membesarkan McD. Sedangkan Dick dan Maurice menikmati menjaga proses di dapur mereka, di outlet kecil McD di San Bernardino, California.

Sudah saatnya kita mengevaluasi diri. Apakah kita memiliki obsesi untuk menumbuhkan bisnis kita sendiri?

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana

Read More

JK: Menjadi Pengusaha Itu Seperti Belajar Berenang

JAKARTA —  JK Menjadi pengusaha itu ternyata susah-susah gampang. Mantan Presiden Jusuf Kalla mengatakan menjadi pengusaha itu seperti belajar berenang. Berenang, kata dia tak cukup hanya mempelajari berbagai gaya-gaya renang melalui buku panduan. tapi perlu praktek langsung langsung menyeburkan diri baik itu kolam renang , sungai atau laut.”Anda boleh membaca gaya berenang apa saja di buku tapi anda tak akan bisa benerang hanya dengan begitu. Kalau anda ke sungai, belajar maka dalam waktu satu minggu anda akan bisa berenang,” ujar Kalla saat memberikan sambutan pembukaan pesta wirausaha komunitas Tangan Di Atas (TDA), Jumat (8/2) di Jakarta International Expo Kemayoran (JIExpo).

Read More

TDA TV

Archives