momentums

Mastermind Jaksel Workbook atau buku kerja mastermind Jaksel, lagi-lagi merupakan output yang lahir dari action spontan “komporwan” dan “komporwati” di Mastermind Jaksel. Berawal dari keluhan satu, dua orang anggota Mastermind yang mempertanyakan manfaat kegiatan mastermind dan mempertanyakan seberapa jauh mana dampak bagi bisnisnya, maka berkumpulah 5 orang komporwan dan komporwati untuk membahasnya. Keluhan ini sangat diperhatikan di mastermind Jaksel, karena selama ini kegiatan didasari oleh prinsip dari kita, oleh kita dan untuk kita, sehingga jangan sampai anggota yang merupakan keluarga besar ini merasa tidak memperoleh manfaat apapun dari Mastermind Jaksel.

Momentum sudah berjalan dan semangat action para anggota sudah membara, tapi jika dibiarkan tanpa “guidance”, kami komporwan dan komporwati khawatir Mastermind Jaksel yang saat ini ada akan bubar, sebagaimana pernah dialami oleh Mastermind Jaksel versi 1.0. Kami menyadari betul bahwa membangun momentum itu sangat berat, ibarat 5 orang biasa mendorong mobil truck besar yang sedang mogok. Tapi ketika roda mulai berputar, truck mulai bergerak, maka truck bisa hidup dan berjalan sebagaimana mestinya. Tapi masih ada yang kurang, stir sudah harus dipegang dan diarahkan, kemana truck itu akan dibawa?

Ibarat stir, workbook ini dibuat untuk mengarahkan atau sebagai guidance untuk membantu anggota Kelompok Mastermind (KMM) Jaksel dalam memantau kemajuan selama bergabung dengan Mastermind Jaksel. Komitmen untuk mengisi workbook dan menjalankan apa yang sudah ditulisnya, sangat diperlukan untuk mencapai kesuksesan masing-masing anggota KMM Jaksel.

Proses pembuatannya tidak lama-lama, hanya butuh tiga kali diskusi/pertemuan selama seminggu, tetapi masing-masing memberikan kontribusi pemikiran yang sama besarnya, dan kami sama-sama punya komitmen untuk menyumbangkan ide dan saran untuk workbook ini. Yang penting jadi dulu dan bisa digunakan oleh anggota Mastermind Jaksel dalam mengikuti kegiatan Mastermind Jaksel, maka lahirlah Mastermind Jaksel Workbook versi 1.0. Kami sesama anggota, tidak menuntut untuk sempurna duluan, melainkan komitmen lah yang kami andalkan untuk bisa terus menerus memperbaiki diri, sesuai dengan semboyan, “Keep Moving Forward !”

Isinya kami usahakan relevan dengan kurikulum TDA. Secara ringkas bisa dijelaskan sebagai berikut :

1. Fungsi Workbook KMM Jaksel

2. Jenis kegiatan KMM Jaksel

3. Kunci Sukses KMM Jaksel

4. Menentukan “Reason”

5. Menyatukan “Belief”

6. Membuat prioritas “Dreams” dan visualisasi “Dreams”

7. Membangun Bisnis dengan Strategy & Action yang tertuang dalam “Tabel Indikator Bisnis” dan “Performance Review”

8. The Power of “Pray”

9. Tips singkat perubahan TDB menjadi TDA

10. Daftar kegiatan KMM Jaksel

11. Daftar Buku-buku referensi

12. Database anggota KMM Jaksel

13. Sekilas struktur TDA Manajemen (Pusat)

Pada saat raker yang dilaksanakan tanggal 14-15 Maret di Puncak, terbukti bahwa membuat Dreams itu tidak gampang. Beberapa peserta lama sekali mengisi Dream, padahal hanya diminta mengisi 5 Dream saja. Anehnya dengan prioritisasi Dreams, bisa jadi ada Dream yang sama sekali tidak penting untuk kita kejar, boleh dibilang Dream “sampah”.

sonnyinactionPak Sonny in action menjelaskan Tabel Indikator Bisnis

Pada saat Pak Sonny menjelaskan Tabel Indikator Bisnis dan Performance Review yang dibuat sesederhana mungkin, membuat peserta raker berpikir keras, ibarat menjawab soal ujian. Wajar saja membuat semua peserta berpikir, karena sesungguhnya kedua tools itu adalah simplifikasi dari Balance Score Card yang terkenal itu. Ada perspektif financial, customer, business process, learning & growth yang diukur kinerjanya.

Ada peserta yang berkomentar, “Jadi selama ini gue ngapain aja ya, ama bisnis gue, kok amburadul begini jadinya kalau ditulis di tabel ini?” Nah lho….. ternyata berbisnis itu tidak cukup modal keberanian saja….. tapi butuh managerial skill. Biarpun sederhana, tetap butuh managerial skill. Untuk itulah KMM Jaksel akan terus berbenah diri dan menjadikan kegiatannya bisa menunjang kesuksesan bisnis masing-masing anggota KMM jaksel.

Dengan adanya workbook ini, anggota KMM Jaksel yang memang merencanakan untuk full TDA, bisa mengukur, kira-kira kapan ia bisa “memajukan diri” (resign) dari perusahaan tempat ia bekerja sebagai TDB. Jadi untuk full TDA di KMM Jaksel, tidak dilakukan dengan gelap mata (blind) tapi dengan perhitungan dan persiapan yang cukup. Selain itu para komporwan dan komporwati akan terus ngomporin para anggota KMM yang sudah komitmen mengisi workbook dan melaksanakannya.

Workbook ini akan terus disempurnakan, jadi akan ada versi 2.0 bahkan mungkin versi 3.0 untuk mengakomodir kebutuhan anggota KMM Jaksel terutama untuk level growing 1 sampai growing 4 ditambah dengan kebijakan-kebijakan dari TDA Pusat mengenai mastermind. Workbook ini sementara terbatas hanya untuk kalangan KMM Jaksel saja, karena TDA Pusat sedang mempersiapkan semacam workbook seperti ini. Bahkan anggota milis MM Jaksel pun tidak bisa memilikinya, karena syaratnya adalah harus anggota Kelompok Mastermind yang memang mempunyai komitment untuk bermastermind. Kalau hanya ikutan milis, baca dan komentar saja, rasanya tidak akan bermanfaat., Dengan demikian, diharapkan anggota yang tidak aktif, akan termotivasi untuk aktif menjadi anggota KMM.

Semoga saja dengan workbook ini, momentum dan semangat action membara dari anggota mastermind Jaksel, bisa membuat bisnisnya terarah dan terukur, dimulai dari level start up hingga mungkin sampai dengan growing 4. Semoga menjadi amal jariah bagi para komporwan dan komporwati mastermid Jaksel yang berguna untuk banyak orang. Amin.

Tjarli “Pixethic” Suhendra