Tiga alasan kenapa resign?

Kata-kata resign biasanya lebih elegan ketimbang dipecat atau di PHK. Resign dalam kamus.com berarti meletakkan jabatan atau menyerah. Istilah paling gampang mengundurkan diri. Ketika memilih resign setiap orang pasti memiliki pertimbangan sendiri-sendiri. Intinya adalah ketidak-puasan. Baik itu pada penghasilan, atasan, kebijakan perusahaan dan sebagainya.

Namun, tidak sedikit orang yang malah menjadi pengangguran setelah resign. Dia tidak tahu akan mengerjakan apa. Ada yang hari ini dimarahin bos besoknya sudah resign. Biasanya orang ini hanya mengedepankan emosi sesaat tanpa memikir jangka panjang. Padahal anak istri di rumah menunggu agar rice cooker tetap mengepul.

Rejeki sudah diatur oleh Tuhan, saya yakin Tuhan akan memberi rejeki dari jalan lain. Kalimat itu biasanya yang menjadi senjata ketika seorang yang resign ditanya akan kemana. Setengah frustasi bila kata itu muncul dari mulut yang tidak puas. Jawaban yang normatif manakala ia tidak mempersiapkan dari awal kemana setelah resign. Padahal kita semua tahu tidak ada hujan uang dari langit.

Roma tidak dibangun dalam satu hari. Semua dalam kehidupan ini harus berproses. Demikian juga ketika seseorang memutuskan untuk resign. Jangan sampai setelah keluar dari pekerjaan, kehidupannya malah bertambah lebih parah. Jangan sampai hanya karena emosi sesaat kita korbankan anak istri di rumah.

Okay, sekarang kita bicarakan bagaimana resign yang baik itu. Atau kenapa kita memilih mengundurkan diri. Ada 3 alasan yang ingin saya kemukan disini.

1. Resign karena ada usaha yang menjanjikan

Saya ada seorang kawan yang beberapa waktu lalu resign dari sebuah perusahaan multinasional. Jabatan terakhirnya manajer. Gaji segepok dan fasilitas jangan ditanya. Usia masih muda dan karir ke depan masih cemerlang. Dia justru resign pada saat karirnya naik. Prestasinya menonjol. Ketika ditanya kenapa resign dia hanya bilang ingin meninggalkan zone nyaman. Dia ingin tantangan baru diluar yakni dunia entepreneur, dunia yang penuh dengan ketidakpastian.

Dia keluar bukan tanpa rencana. Ketika masih bekerja, dia sisihkan sebagian gajinya untuk membangun bisnis. Sambil bekerja dia membangun sistem untuk bisnisnya. Sehingga tanpa kehadirannya, bisnisnya bisa berjalan. Setelah beberapa tahun bisnisnya pun membesar. Dan ketika dari bisnis tersebut pasif income yang ia terima lebih besar dari gaji tempatnya bekerja dia pun mengambil pensiun dini (resign). Dia ingin konsentrasi membesarkan bisnis yang ada dan membangun bisnis yang lain. Jadi dia sudah merencanakan dengan matang pilihan hidupnya.

Jadi untuk anda yang masih karyawan persiapkan bisnis anda dulu pada saat bekerja. Cari timing yang tepat untuk pindah kuadran. Untuk pilihan ini diperlukan jiwa kewirausahaan yang kuat. Karena ini jalur entepreneur; jalur cepat kaya atau sebaliknya.

2. Resign karena ada tempat lain lebih baik

Point kedua adalah untuk mereka yang masih bermindset karyawan. Kalau anda ingin mengabdikan hidup anda menjadi employee, maka anda bisa memilih resign apabila ada tawaran baru yang lebih baik. Biasanya orang cenderung mengukur kata-kata yang lebih baik ini karena gaji dan fasilitas lain-lain yang sifatnya materi.

Padahal menurut saya, tempat yang lebih baik tidak sekadar materi. Tempat yang lebih baik adalah tempat yang membuat kualitas diri kita lebih baik, yang menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik. Sehingga energi positif kita bisa berkembang. Sehingga di tempat yang baru kita bisa berkembang lebih baik.

Kalau anda menemukan tempat yang membuat hidup anda lebih baik, maka ikuti arus itu. Bagaimana loyalitas manusia terbesar adalah pada diri sendiri.

3. Resign karena meninggal

Saya pikir yang satu ini tidak perlu dijelaskan karena setiap yang hidup pasti akan mati. Dan kematian itu sendiri lebih dekat dari urat leher kita karena malaikat maut akan menjemput kapan saja. So persiapkan bekal anda sebaik-baiknya. Sebaik-baiknya bekal adalah takwa.

Semoga ada manfaatnya, mohon maaf bila ada tulisan yang kurang berkenan.

Dudun Penulis Novel Anak – Bocah Kuat www.mastermindjaksel.com www.duduntok.multiply.com