Hari yang Luar Biasa……..

Hanya itu yang bisa diucapkan menghadiri festival di hari kedua.

Bahkan penulisan liputan inipun mesti menunggu sampai selesai acara karena dengan materi dan pembicara hari kedua…..tidak ada kesempatan untuk beranjak, pembicara-pembicara luar biasa silih berganti mengisi relung waktu yang ada…..

Peserta dari pagi sudah berbondong-bondong, nampaknya tidak ingin ketinggalan materi yang akan berlangsung. Pada jam yang ditentuan acara dimulai.

Auditorium tiba-tiba menjadi gelap, kemudian seberkas sinar menyeruak menembus keheningan, arahnya tidak beraturan seperti sedang mencari sesuatu……berkas sinar lainnya bermunculan di berbagai tempat, musik mulai bertalu-talu, semakin lama semain cepat begitu pula berkas sinar di langit-langit……….banyak berkas sinar lainya ikut mencari sesuatu di langit-langit auditorium. Akhirnya langit-langit penuh dengan cahaya yang malang melintang ke berbagai arah…namun perlahan-lahan nampaknya mulai menemukan arah,semuanya akhirnya bersatu di atas panggung dengan diiringi suara gemuruh….lalu stop ! lampu menyala………tampak berkumpul diatas panggung para founder TDA berjajar bersama anggota TDA wilayah dan beberapa panitia. semua orang bertepuk tangan…….ini menggambarkan perjalanan para pengusaha di “kegelapan” mencari panduan yang akhirnya menemukan jati dirinya di komunitas Tangan Diatas. Suatu pertunjukan pembukaan yang sederhana namun menarik.

Sesi pertama di hari kedua ini diisi oleh talkshow Bob Sadino yang di pandu oleh bang Jay.

Om Bob menyajikan materi cuma 5 menit !,……… yang menyuruh para peserta untuk jangan TAKUT berbisnis. Terlalu .banyak pertimbangan malah sering membuat kita tidak pernah Take action. Sesi yang seru malahan di sesi tanya jawab, semua yang bertanya diberi pencerahan yang menyentak kesadaran mindset kita yang terbelengu sesuatu yang tidak terlihat …..”tujuan bisnis saya adalah bisnis yang rugi”….”anak kita jangan di beri warisan usaha kita, biarkan itu adalah perjuangan anak kita sendiri”…..”jangan terlalu banyak belajar (kapan actionnya)”……”saya tidak punya tujuan hidup”……”jangan rencanakan bisnis kita”…….. Semuanya merupakan sesuatu yang “gila” namun setelah diterangkan dengan jelas, ada kebijaksanaan yang sangat dalam di balik semua itu….Makasih Om Bob akan semua nya, betul-betul sesuai dengan ruh TDA….Creative, Innovation, Go Double !

Pak Jamil Azzaini –Master dari Kubik leadership muncul dengan semangat yang menular pada teman-teman TDA semua. Mulai dari perkenalan yang membuat semua orang tergelak menahan tawa sampai sakit perut hingga masuk kedalam materi yang serius tapi hilarious…….emosi teman-teman di auditorium naik-turun, terguncang dan terhempas dari seru….. miris……hingga tak terasa air mata menetes pasrah……semua terbahak-bahak ketika diceritakan kehidupan keluarganya sebagai cerminan..…tak ada ada yang bersuara ketika sang pengembara alam semesta ini menceritakan kejadian pilu terhadap cobaan yang menimpanya…..mutiara di balik cerita-ceritanya yang menambahkan keyakinan pada teman-teman bahwa kita belum sukses tanpa menebarkan berkah bisnis kita pada alam semesta.

Materi Pak Jamil adalah tentang EPOS = Energi Positif, semua yang kita lakukan mesti beraurakan hal-hal yang positif, jangan pedulikan dengan imbalan maupun hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan…..karena Allah maha tahu dan semua energi yang tersisa disimpan di dalam TABUNGAN ENERGI…(dikupas juga di http://mastermindjaksel.com/?cat=13…..).

Ketika semua rasa kembali rehat, ruangan bergemuruh saat naik keatas panggung sesosok tubuh ringkih dengan perawakan yang kecil dan wajah yang terlihat grogi. Terlihat sosok ini tidak nyaman duduk di panggung besaaaar (asli besar) Cuma berdua dengan pak Roni dihadapan seribu lebih pasang mata yang menatapnya. Dialah Ustadz Lihan yang fenomenal….namun dibalik penampilan yang kurang meyakinkan tersembunyi kemuliaan yang meninggalkan jejak yang bercahaya.

Ustadz Lihan benar-benar seorang guru ngaji yang gajinya beberapa tahun yang lalu gajinya cuma 250.000 sebulannya……naik hingga mencapai …350.000 rupiah. Diceritakan saat-saat berjuang untuk dapat menafkahi keluarganya, kadang meminjam uang 10-20 ribu agar dapat dibelikan bensin motor tua nya hingga bisa keluar rumah mancari nafkah, semua dijalani dengan ikhlas namun dengan hati yang besar, tidak pernah mengeluh dan selalu istiqomah….hingga kesempatan untuk keluar dari jeratan kemiskinan muncul menghampirinya. Berpartner dengan seorang bos untuk mendapatkan intan dari para penambang membuatnya booming hingga memiliki tabungan hingga 500 juta…..disaat itu, beliau yang selalu berprasangka baik pada semua orang menyerahkan semuanya untuk investasi yang akhirnya habis!…….dipindahkan (istilah Ustadz Lihan) tanpa permisi oleh partnernya…….tapi sekali lagi beliau legowo dan tidak menaruh dendam, karena dari dulu hingga sekarangpun sikap hidup beliau tidak banyak berubah.

Akibat dari partnernya pindah entah kemana (sekali lagi ini istilah beliau), malahan pembeli intan menjadikannya rekan kerja yang baru dimana bagi hasilnya jauh lebih menguntungkan dan membuatnya berkelimpahan secara finansial mencapai tataran nilai yang luar biasa.

Mengenakan baju sederhana dan naik mobil yang “biasa” serta kadang cuma berkaus dan bersandal merupakan gaya hidup yang tetap seadanya dai seorang ustadz Lihan. Ini didasari keyakinan bahwa tidak ada gunanya mengenakan sesuatu secara berlebihan, karena nilai yang sebenarnnya dari sukses adalah bisa memberi dan menebar rahmah bagi sesama…..inilah The Real TDA, bersama menebar rahmat.

Beliau berpesan jangan terlalu hitung2an dalam berbisnis tapi menyarankan untuk tetap waspada dalam memilih partner, karena gaya beliau yang berpartner dengan siapa saja dan bisnis apa saja dengan mudah merupakan hal yang “anomali” di konteks bisnis manapun.

Diakhir sesi, ustadz Lihan ditodong pak Roni untuk menjadi Penasehat komunitas TDA , Alhamdulillah beliau menyatakan bersedia, dan langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh audience yang hadir.

Alhamdulillah hari ini Tuhan memberikan kehadapan kami orang-orang yang luarbiasa, semoga keberkatan terlimpah pada mereka……..amal dan ilmunya hari ini menjadi amalan mereka dan apa yang kami lakukan atas petunjuk mereka semua manjadi amalan yang mengalir pada sumbernya.

Baru setengah hari namun hampir habis kata melukiskannya dengan baik,

Sungguh Maha Besar Allah sang pemilikNya.

Semoga rangkaian kata ini tidak berhenti mengalir hanya sampai disini….

Semoga…….

Written by Irwan The Chapter | thechaptercourse.co.cc