Mastermind Jaksel kali ini dilaksanakan tanggal 3 Desember 2008 di Meeting Room “Simpul” (ICMI Buncit) dihadiri oleh Mbak Siska, Bu Salma (ditemani keponakan), Pak Sonny, Pak Irwan, Pak Asep Gunawan, Pak Tjarli, Pak Jaya, Pak Andi Sasongko, Pak Andy Rachmat, Bu Sri Khurniatun dan Mbak Hanni. Seperti biasanya, sharing dimulai dengan beberapa pencapaian selama dua mingguan dan rencana kedepan sebagai “PR” yang akan dilaksanakan. Giliran pertama diberikan kepada Mbak Siska, sebagai anggota yang dinanti-nantikan sharingnya oleh kawan-kawan mastermind TDA Jaksel karena selama seminggu terakhir menjalani “TDA Apprentice” di Tanah Abang. Seperti biasanya Pak Haji Alay berkenan memberikan kesempatan emas untuk magang. (Subhanallah… semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang berlipat). Semula beliau hanya berkunjung ke Tanah Abang karena ada keperluan, namun diluar dugaannya sore itu diberikan kesempatan untuk action oleh Pak Haji. Lokasinya ada di Agropek Blok F3 Tanah Abang. Tidak banyak planning yang dipikirkan oleh Mbak Siska, hanya berbekal keyakinan untuk action, besok harinya langsung ke lokasi. Kami senang, sedikit geli mendengar detail action yang dijalankan, bagaimana hari-hari pertamanya berdebu-debu ria membersihkan tempat kemudian keesokan harinya berbenah menata barang dagangan. Lucunya belum lagi tau harga barangnya, sudah ditawar oleh buyer karena hari itu adalah hari Tasik. Di hari kelima sudah bisa menjual barang ratusan ribu rupiah. Resep sederhana dari Mbak Siska tetapi ampuh adalah keyakinan. Ketika memutuskan menjadi TDA, maka harus putus tus… dengan keyakinan dan kebulatan hati. Untuk target ke depan Mbak Siska menetapkan laba perbulannya sebesar gaji sewaktu menjadi TDB dulu. Semoga tercapai dalam waktu yang tidak lama…. Amin. Lain dengan Bu Salma, beliau sharing mengenai pameran di Apartemen Golf Pondok Indah yang banyak dihuni oleh expat Jepang dan Korea. Di sini Bu Salma mendapatkan pelajaran berharga bahwa untuk mengikuti pameran, harus diketahui dulu siapa EOnya, bagaimana reputasinya dan bagaimana pelaksanaanya. Selain itu beliau mendapatkan pelajaran apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengikuti pameran dan mempelajari marketnya. Giliran Pak Sonny sharing mengenai dimulainya kelas pertama Pillar untuk 7 orang yang akan mengikuti mentoring bisnis yang terdiri dari pebisnis-pebisnis yang sudah jalan untuk dicetak menjadi pebisnis yang tangguh dan sukses. Selain itu beliau sharing mengenai bisnis ritel “Indomaret” keduanya di Lampung. Pelajaran dari Pak Sonny yaitu bagaimana menjadikan cashflow bulanan itu positif dikombinasi dengan bisnis property. Kami yang mendengar benar-benar ingin mengetahui resep manjurnya Pak Sonny yang berhasil menjadikan pasif incomenya jauh melebihi gaji seorang manager diperusahaan asing ternama, sehingga beliau bisa “Retire Rich Retire Young” dari TDB nya. Tidak kalah, Pak Irwan sudah menyelesaikan “PR” nya mengenai content trainingnya dengan beberapa corporate. Beliau berhasil membuat 4 produk unggulan bagi para klien corporatenya sehingga berhasil deal dengan beberapa perusahaan. Selain itu Pak Irwan sedang giat-giatnya meraih business opportunity “receh” namun faktor kalinya banyak, semoga segera terlaksana dengan sukses Pak Irwan. Pak Asep Gunawan sharing bagaimana bisnis property (kost-kost-an) yang sedang dikembangkan, masih membutuhkan dana yang cukup untuk meningkatkan passive incomenya. Beliau juga sedang giat mengusahakan faktor kali-nya untuk “beras” dari toko kelontongnya melalui bisnis “nasi goreng”. Beliau menjelaskan peluangnya dari 5 gerobak bisa menghasilkan 8 sampai 9 juta rupiah perbulannya. Giliran saya, Tjarli sharing mengenai kegiatan wedding photography-nya di Gedung Patra Jasa. Pelajaran berharga yang diperoleh adalah bagaimana membangun team perlu dipersiapkan matang. Butuh orang yang tepat untuk bisa menumbuhkan usaha lebih besar dan lebih baik lagi. Disinggung pula “Big Plan” untuk 2010, yang mudah-mudahan bisa terlaksana dengan sukses. Kawan-kawan mastermind memberikan masukan peluang untuk digarap yaitu dari Pak Sonny photo essay yang popular di pesta Blogger 2008 juga bagus untuk ditekuni. Selain itu stock photo juga bisa menjadi alternative diversifikasi produk. Terima kasih Pak …. masukannya sangat berharga. Selanjutnya Pak Jaya sharing mengenai PR nya yang sudah selesai yaitu mematenkan sahabatmuslim.com. Belaiu sharing mengenai happy problem order bukunya dari mancanegara. Selain itu juga Pak Jaya sedang giat-giatnya merancang bisnis lain yang tidak jauh-jauh dari computer dan internet. Semoga rancangannya bisa goal Pak … Lain pula Pak Andi Sasongko, diam-diam beliau sudah mendapatkan klien tetapnya hasil dari pameran yang lalu. Target pendapatannya ternyata melebihi 50% di atas perkiraannya. Perlahan tapi pasti Jakarta Catering mendapatkan klien dengan strategi internet marketing dan pamerannya. Pak Andy Rachmat sharing mengenai domain yang baru dibelinya untuk bisnis laptopnya. Beliau juga sedang mencari-cari tempat untuk toko offline nya. Giliran Bu Sri, beliau ditagih rame-rame…. mana buku karangannya Bu Sri? Sabar… masih empat bab lagi katanya. Beliau juga sedang mengalami happy problem dengan klien nya…. Kami menunggu bukunya lho Bu Sri…. Terakhir giliran Mbak Hanni yang sharing mengenai kalatogfashion.wordpress nya yang diharapkan bisa menggantikan kepopuleran blog multiplynya. Selain itu juga Mbak Hanni sukses menjalankan kursus kuenya yang kedua bersama-sama Bu Salma. Di akhir acara, kamis sepakat untuk bertemu lagi tanggal 13 Desember pada acara sharing knowledge jam 13.00 di tempat Pak Sonny yang dibawakan oleh dari Pak Jaya seputar website, internet marketing, SEO. Kami juga sepakat untuk bermastermind lagi tanggal 17 Desember di tempat Pak Asep Gunawan. Banyak pelajaran berharga dari sharing anggota mastermind TDA Jaksel. Mudah-mudahan ikatan emosional untuk saling memberi akan terus terjalin dan bermanfaat untuk menumbuhkan usaha kita masing-masing di dunia TDA. Semoga …. Amin. Tjarli