_mg_8870

Semalam aku bulatkan tekad untuk nekad ‘ngasong’. Lokasi yang aku tuju adalah Bumi Perkemahan Ragunan. Disini lokasi agak ramai dan kurang menarik untuk menjajakan dagangan. Tapi disitulah tantangannya.

Bangun kesiangan (jam 5 kurang) kubuat 20 bungkus susu kedelai. Masing-masing 10 bungkus kumasukkan ke termos yang berbeda (dingin dan hangat). Sekitar jam setengah 7 aku standby disana. Berbekal brosur dan tester, kutebalkan muka berkeliling menjajakan produk.

Ternyata mental/mind block aku sangat tinggi, dan praktek tidak semudah teori. Sempat rasa malu, grogi, wah… tumplek jadi satu. Sempat pengen balik pulang aja tadi, tapi bodo amat lah, sudah terlanjur basah sampai disini, pikirku.

Gelengan kepala, tampikan tangan kulalui dengan senyuman. Padahal Cuma ditawari tester aja lho… Mental/mind block aku langsung luntur saat pembeli pertama memborong 5 bungkus. Alhamdulillah, setengah gemeteran (saking terharunya) saya masukkan susu ke kresek. Uang 10 ribuan pertama itu rasanya sudah membayar segala capek, grogi, gengsi dan takut tadi.

Tapi dasarnya sepi, dagangan laku 7 bungkus aja. Sisanya? Kubagikan aja ke orang-orang (satpam dan pembersih lokasi).

Ternyata mulai action itu sulit ya. Aku tau yang aku lakukan hari ini belum ada apa-apanya dibanding harga kesuksesan. Yang jelas, hari ini aku sudah belajar sesuatu. Hal tersulit adalah memulai langkah pertama. Hari ini walau jauh dari keberhasilan, telah kumulai langkah pertama itu. Kedepannya harus lebih semangat dan maju lagi!

Let’s do double action.

Yuli Rosiana

http://yuli-va-indo.blogspot.com