raise_you_up

Judul Buku : Raise You Up – A Change-Leadership into Yourself Pengarang  : Hendrik Lim, M.B.A. Penerbit : Elex Media Komputindo

Siapa bilang itik buruk rupa tidak bisa berubah menjadi angsa yang cantik. Semua yang dibutuhkan untuk perubahan itu sebenarnya sudah ada dalam diri itik. Yang penting, maukah dia menggali potensinya agar bisa terbang tinggi?

Ah, sudahlah, mungkin ini nasib saya. Heran, apa yang salah dengan diriku? Mengapa kerja keras yang kulakukan selama ini sama sekali tidak membuahkan hasil? Apa saya kurang rajin? Atau, kurang kerja keras? Beruntung sekali dia, hanya dalam waktu singkat sudah menikmati promosi jabatan. Wah, gak adil nih!

Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang biasanya berkecamuk dalam benak seseorang yang merasa kerja kerasnya sia-sia. Sedangkan, dia melihat, orang lain demikian mudah menikmati kesuksesan. Apa sebenarnya yang mereka miliki dan tidak dimiliki oleh kita? Apakah mereka lebih pintar atau lebih berkomitmen? Lebih obsesif? Lebih sabar? Lebih banyak berdoa? Atau, mereka hanya lebih hoki dari kita? Dalam bukunya berjudul Raise You Up: Discover and Shaping a Change-Leadership into Yourself, Hendrik Lim mengungkapkan bahwa hoki atau keberuntungan dapat menjadi cara yang ampuh untuk menerima keberhasilan orang lain yang tidak kita sukai. Sebab, hoki atau keberuntungan boleh dibilang merupakan semacam fakta takdir yang tidak ada akar persamaannya, sehingga tidak dapat dicari variabelnya. Daripada mengkambinghitamkan keberuntungan, sebaiknya, kita mencari faktor-faktor yang dapat mebuat kita lebih baik dari orang lain. Kualitas dan ciri khusus apa saja yang harus kita miliki? Itulah topik yang dibahas dalam buku ini. Hendrik Lim mengajak pembaca meninggalkan sejenak rutinitas sehari-hari dan menyelami diri kita lebih dalam.

Mengkaji setiap potensi yang kita miliki dan mengoptinialkannya untuk kehidupan yang lebih baik. Hendrik juga mengungkapkan perumpamaan yang unik. Seseorang yang tidak memiliki banyak potensi, tapi tidak menyadarinya atau punya potensi, tapi tidak pernah menggunakannya secara optinial, bisa diibaratkan mati dalam keadaan miskin karena kekayaan deposito yang dimilikinya tidak dicairkan. Alangkah menyedihkan! Karena itu, Hendrik ingin menyingkapkan tabir mengenai seseorang yang percaya bahwa dirinya bisa jauh lebih besar dari yang ia sangka. Dengan demikian, sumber daya dalam dirinya tidak mubazir, tapi justru dapat dinianfaatkan dalam kehidupan, sehingga menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Dengan membaca buku ini, kita bisa mencapai dan terbang ke tempat yang lebih tinggi bak rajawali.

Buku Raise You Up: Discover and Shaping a Change-Leadership into Yourself ini berisi diskusi-diskusi, pemaparan, studi kasus, dan macro views yang akan membuka esensi karakteristik dan tabir misteri yang sebenarnya dimiliki orang-orang yang telah berhasil menapaki tangga kehidupan. Alhasil, mereka bisa menikmati banyak hal yang ditawarkan kehidupan.

Secara singkat, isi buku ini dipilah dalam enam bagian. Pada bagian pertama, Hendrik mengajak pembaca mengidentifikasi keunikan yang dimiliki orang-orang yang berhasil dalam karier dan kehidupan pribadi. “dengan mengetahui keunikan mereka, kita lantas bisa mengidentifikasinya dalam diri kita, sehingga kita bisa keluar dari kerumunan orang rata-rata. Bagian ini saya namakan fase know what,” ujar Hendrik dalam bukunya tersebut. Hendrik mencontohkan, di dunia asuransi, umumnya, hanya sekitar dua orang dari 100 “peserta lomba” (agen asuransi) yang sampai garis finish. Sisanya berguguran di tengah jalan.  Tren semacam itu juga berlaku di bidang apapun dalam kehidupan, baik penyanyi, pemain sepak bola, pencipta musik, ahli komputer, dokter, pengacara, arsitek, maupun pengusaha. Hanya dua orang dari 100 orang yang berhasil survive. Bukankah angka perbandingannya sangat kecil? Karena itu, kita harus mampu mengidentifikasi apa saja kualitas yang dibutuhkan untuk keluar dari kerumunan orang rata-rata.

Kedua, fase know how. Bagian ini mendiskusikan bagainiana supaya kita bisa keluar dari kerumunan orang rata-rata dan dapat menikmati sebuah kesuksesan. Menurut Hendrik, sebagai langkah awal, kita harus melakukan akselerasi atau perubahan. Lantas, membuat strategi agar perubahan itu dapat menjadikan kita sebagai pemenang (strategy accelarate to win).

Ketiga, fase know why. Dalam bagian upaya mereka dalam mengejar impian dan tujuan hidup.

Keempat, fase know who. Bagian ini akan mengajak kita melihat lebih jauh tentang tipe atau jenis orang yang yang memiliki kemampuan, sehingga mampu terbang lebih tinggi dari sebelumnya. Hendrik memaparkan, kualitas yang dimiliki anggota kelompok yang tergolong di atas rata-rata ini adalah karakter dan profesionalisme yang melandasi kinerja mereka.

Setelah mengetahui perihal know what, know how, know why, dan know who, yang lebih penting lagi adalah mentransformasikan hal-hal teknis dan strategi yang sudah diketahui agar dapat dipraktikkan, sehingga menjadi kenyataan. Hendrik menyebutnya sebagai fase what does it take-harga yang harus dibayar untuk mendapatkan semua itu, impian dan tujuan dalam hidup.

Terakhir, fase the life beyond yourself. Hendrik mengemukakan bahwa setelah melalui keLima fase tadi, hidup kita tidak akan pernah sama lagi. Sebetulnya, yang diperlukan seseorang untuk terbang lebih tinggi hanyalah menggenggam nyali dan mengepakkan sayap. Tapi, kita juga harus siap mengeluarkan keringat, tenaga, dan juga pikiran karena perjalanan ini tidak akan mudah.

Buku ini memang diperuntukkan bagi orang-orang yang punya semangat untuk berubah dari itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik. Dengan bahasa yang mudah dicerna dan komunikatif, didukung gambar-gambar yang ilustratif dan menyegarkan, tak ada ruginya menyelami buku karya Hendrik Lim tersebut. Karena, kita sendiri yang akan merasakan manfaatnya, yaitu membangkitkan motivasi.