storm1

Oleh Hendrik Lim, MBA

“Kalau krisis itu begitu hebat, begitu keras dan kalau pun semua orang harus mati karena krisis itu, pastikan bahwa Anda yang terakhir mati,” kata pengusaha besar nasional itu, Lanjutnya : Kalau krisis itu begitu hebat dan panjang, sehingga hanya satu orang saja yang sanggup bertahan, pastikan bahwa Andalah orangnya. Dan jika kalau pun krisis itu tidak menghantam Indonesia, karena kita melakukan semua hal yang benar, maka pastikan kita adalah orang yang paling berbahagia”.

Itulah pompa semangat dan optimismis yang disampaikan Chairul Tanjung, bos bank Mega dan kelompok TV yang sedang naik daun. Trans TV group. Ia menyampaikannya kepada ratusan executivenya di bulan Oktober 2008, kalau gelombang krisis financial melanda jagat bumi ini, berawal dari US dan imbasnya terasa hingga Indonesia.(Seperti yang dilaporkan majalah Forbes Magazine December 22, 2008) Ya Chairul Tanjung adalah pengusaha nasional yang sedang berkibar, ia memimpin ParaGroup yang mengawal asset kekayaan sekitar US$ 625 juta, masih menurut sumber yang sama, Forbes.

Apakah kerja keras dan optimisme seperti yang disampaikan Chairul Tanjung akan efektif untuk mengawal kerajaan bisnisnya melewati badai krisis ini? Tentu saja. Apa dasar dibalik optimisme seperti itu? Saya ingat pesan George Formen, salah satu petinju legendaris Amerika . Dia bilang kalau ia bertinju, bolehlah tumbang, yang penting musuhnya tumbang lebih duhulu, satu detik saja. Ia hanya perlu bertahan lebih lama sedikit saja dari musuh tandingnya. Kalau musuhnya tumbang dulu, berarti ia pemenangnya bukan?

Kelihatannya begitu juga dengan filosofi Chairul Tanjung . Menjadi The Last Standing Man. Menjadi orang terakhir yang masih berdiri, saat yang lain bertumbangan dihantam terpaaan badai. Kalau dalam fase krisis finance atau depresi, dan perseroan perseroan bertumbangan satu sama lain, kita akan melihat supply yang makin lama makin sedikit. Hanya tinggal pemain pemain yang bisa lolos seleksi alam ‘survival for the fittest’ saja yang masih tinggal. Tidak berarti mereka sudah membooking profit alias untung. Kriterianya adalah sanggup bertahan. Dan kalau yang lain sudah tumbang, terus Anda menjadi orang terakhir yang tumbang alias mati, tentu Anda dan saya tidak perlu mati untuk itu. Karena saat itu sistem akan menyesuaikan diri dan mereka yang bertahan hingga akhirnya, akan muncul menjadi bibit unggul. Pemenang.

Sejarah mencatat orang orang yang bertahan dari candradimuka penggodokan dan pergumulan masalah, atau yang bertahan dalam mengarungi ‘gurun kesulitan dalam perjalanan’ umumnya menjadi orang yang memiliki pengaruh yang amat besar, dan mencipakan perbedaan dalam kehidupan yang dijalaninya. Apa artinya menciptakan perbedaan dalam sebuah kehidupan? Apakah itu ditentukan oleh jumlah yang besar semata, seperti jumlah penduduk yang amat besar, layaknya negeri China dan India? Fakta menunjukkan kepada kita bahwa orang- orang atau entitas yang menciptakan perbedaan, tidaklah ditentukan oleh kwantitas, tetapi oleh kualitas. Oleh sekelompok Individu-individu yang unggul, meskipun kawanan kecil, apabila orang sudah menerobos dari kelompok rata –rata, maka orang orang ini akan menikmati hal hal yang tidak bisa dinikmati oleh kelompok umum lainnya. Fakta kehidupan menunjukkan suatu ‘kebiasaan normatif’ yang sering disebut hukum pareto -: Selalu ada kelompok kecil didalam bidang apapun yang digeluti dan di geografis manapun yang akan menikmati lezatnya cream kehidupan. Anda meragukannya?

Producing High Impacts In Your Life.

Kalau dunia ini punya 100 apples. Beginilah cara apples itu dibagi :

Ada sekitar 10 orang menikmati 90 apple, -masing masing dapat 9 buah apple ranum! dan sisanya 10 Apples dibagi oleh 90 orang lainnya secara beramai–ramai, mendapatkan 0.11 alias 1/10 bagian dari sebuah apples. Yang 10 orang pertama ini disebut mereka yang sudah keluar dari kelompok rata rata, stand out from the crowds, dan yang masih 90 orang itu disebut kelompok biasa, kelompok rata rata.

Goncangan yang dihadirkan oleh krisis kali ini, juga menawarkan sebuah kesempatan dan pilihan untuk Anda dan korporasi dan kaum bisnis Indonesia untuk keluar dari kelompok biasa-biasa dan menjadi kelompok luar biasa, kelompok yang menikmati hidup berkelimpahan.

Kelompok mana yang Anda ingin berada didalamnya? ……..

hendrik

Praktisi bisnis International Trades

hendriklim@bringdaddyhome.com