hajialay

Sepulang dari acara Milad 3 TDA saya membaca e-mail dari Mas Edi yang mengumumkan bahwa rombongan TDA Surabaya akan melakukan Tour Pasar Tanah Abang dan sekaligus bersilaturrrahmi dengan Pak Haji Alay di Pasar Tanah Abang hari Senin, 2 Maret 2009. Yang lebih lebih menyenangkan lagi, Mas Edi juga mengundang anggota TDA yang lain untuk turut bergabung dengan mereka. Tentu ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, mengenal lebih dalam pasar Tanah Abang sekaligus mendapat siraman rohani dari Pak Haji Alay, paket lengkap dunia-akhirat.

Pagi hari saya langsung berangkat ke lobi blok A, tempat titik pertemuan sebelum rombongan acara dilangsungkan, dan disana Mas Edi dan beberapa teman-teman dari TDA Surabaya sudah siap menyambut kami. Setelah berkenalan sambil menunggu teman-teman yang lain yang berdatangan kemudian, kami akhirnya diajak Mas Edi ke Blok F Pasar Tanah Abang. Dulunya blok ini masih sepi sekali karena kebetulan letaknya sangat jauh ke dalam. Setelah pengelola Pasar Tanah Abang menyerahkan manajemen Blok F ini ke Pak Haji Alay, Alhamdulillah blok ini menjadi ramai seperti sekarang. Hampir tidak ada kios atau toko yang tidak terisi, padahal sebelumnya blok ini hanya ditempati oleh Pak Haji Alay sendiri.

Kami kemudian dipandu mengunjungi toko Mas Edi. Rupanya Mas Edi ini lulusan TDA Apprentice dan sekarang mempunyai toko grosir bayi di blok F. Beliau juga yang memiliki website www.grosirtanahabang.com. Setelah beberapa saat berbincang disana, kami diajak ke toko pengelola blok F yang cuma berjarak beberapa toko dari tokonya Mas Edi.

‘Panitia’ rupanya telah menyiapkan karpet yang digelar di lantai toko. Meja dan kursi-kursi dipinggirkan ke dinding, tapi tetap saja tidak mampu menampung seluruh rombongan. Setelah saya hitung, sekitar 30 orang penuh sesak di dalam toko, padahal rombongan yang datang mungkin sekitar 40 orang.

Pak Haji Alay kemudian mempersilakan kami duduk di lantai. Rupanya cara kami duduk yang rata-rata bersila langsung mendapat perhatian dari Pak Haji. Pak Haji mengatakan bahwa cara duduk tersebut bisa merusak simpul-simpul syaraf yang bisa mempercepat kematian, terutama untuk laki-lakinya. Cara duduk yang benar adalah seperti duduk di dalam sholat, baik duduk tahiyat awal maupun tahiyat akhir. Juga cara duduk orang Jepang merupakan cara duduk yang benar, tidak merusak simpul-simpul syaraf. Makanya orang Jepang banyak yang berumur panjang dan tidak terkena penyakit serius di masa tuanya. Pak Haji juga mencontohkan cara duduk dan tidurnya Siddharta Gautama yang sama dengan seperti yang diajarkan oleh Rasullulah SAW.

Kami semua merasa tertarik dengan penjelasan dari Pak Haji. Lebih jauh lagi Pak Haji menjelaskan tentang gerakan-gerakan atau senam yang menyehatkan bagi tubuh. Ada 40 gerakan, tapi karena terbatasnya waktu Pak Haji hanya mengajarkan 10 gerakan saja. Kalau kita rutin melaksanakan senam tersebut, insya Allah badan akan selalu segar sehingga kalian bisa menghindari obat-obatan yang penuh mengandung zat kimia. Yang lebih menghebohkan lagi adalah ketika Pak Haji mengajarkan senam untuk kejantanan pria. Semua sibuk memperhatikan Pak Haji tanpa mengedipkan mata sedetikpun. Pengajaran ini dibagi 2 sesi, sesi pertama khusus untuk pria, dan sesi kedua khusus untuk wanita.

Tentu rekan-rekan penasaran, gerakan apa saja yang diajarkan oleh Pak Haji Alay, bukan? Tidak usah khawatir, Pak Haji Alay pernah membukukan gerakan senam tersebut dan dibagikan secara gratis! Tapi tentu barang gratisan cepat habisnya, kan? Makanya ujar beliau, dalam waktu dekat ini buku tersebut akan dicetak dan dibagikan secara gratis lagi! Jadi tunggu saja penerbitan berikutnya.

Setelah senam selesai, Pak Haji lalu memberikan wejangan kepada kami. Banyak sekali wejangan dari beliau dan rasanya saya tidak memiliki kemampuan untuk menuliskannya sebagaimana yang disampaikan oleh Pak Haji dengan begitu baiknya. Secara ringkas wejangan beliau adalah sebagai berikut:

1. Manusia harus selalu menebarkan energi positif (sambil beliau mengulang kajian dari Pak Jamil dan Ustad Lihan di MIlad 3 TDA).

2. Berbuat baik sepanjang jalan, tapi berbuat jelek sekali jangan.

3. Orang yang jelek itu selalu mencari-cari kejelekan orang lain dan menyebarkannya. Sedangkan orang yang baik adalah orang yang mencari kebaikan orang lain dan mencari kejelekan dirinya sendiri untuk diperbaiki.

4. Carilah akhirat maka engkau akan mendapatkan dunia. Tapi bila engkau mencari dunia, maka pasti akhirat akan lepas.

5. Usahakan menjadi orang sholeh dulu sebelum menjadi orang kaya. Kalaupun kita akhirnya ditakdirkan tidak menjadi orang kaya maka kita tetap didalam keberkahan Allah swt karena kesholehan kita. Jangan bercita-cita menjadi orang kaya dulu baru mau menjadi orang sholeh karena belum tentu kekayaannya tersebut akan membawanya menuju kesholehan.

Pada saat adzan berkumandang, Pak Haji membawa kami ke musholla yang terletak di pemukiman penduduk. Pak Haji sengaja membobol dinding pembatas antara blok F dengan pemukiman untuk mempermudah akses bagi penduduk sekitar. Pak Haji juga menyarankan kepada mereka untuk membuka restoran padang yang sekarang banyak didatangi oleh pedagang dan pembeli yang belanja di tanah abang. Setelah sholat, kami semua pun dijamu oleh Pak Haji di restoran tersebut. Saking banyaknya teman-teman, akhirnya giliran makan pun dibagi menjadi dua. Setelah giliran yang pertama selesai, piring yang digunakan untuk makan dicuci kembali dan digunakan untuk giliran yang kedua. Suasana makan pun sangat akrab. Bahkan tidak disangka sebelumnya, rupanya Pak Roni Yuzirman, founder TDA juga sudah bergabung bersama kami di restoran tersebut. Sungguh suatu kesempatan yang sangat indah.

Setelah selesai makan, kami kembali ke toko Pak Haji. Disana kembali beberapa teman-teman meminta nasihat kepada Pak Haji Alay. Sungguh Pak Haji Alay merupakan tokoh yang bisa dijadikan panutan. Selalu menebarkan kata-kata yang baik dan perbuatan-perbuatan yang baik pula. Banyak sekali kami dengar tentang kebaikan dan jasa Pak Haji bagi orang-orang disekeliling Pak Haji, termasuk penduduk sekitar. Tentu hanya Allah SWT yang mampu membalas kebaikan itu semua.

Saya sempat meminta waktu untuk kami dari mastermind Jaksel juga dapat bertemu muka dan meminta nasehat-nasehat dari Pak Haji di kemudian hari. Selain itu saya pun mendapat beberapa tips dari Pak Roni Yuzirman untuk memperbaiki website saya di www.semutsemut.com. Hari semakin senja, saya pamit sekitar jam 14.30 WIB. Tetapi temen-temen dari TDA Surabaya tetap tinggal sambil menunggu jadwal penerbangan mereka ke Surabaya di sore hari. Walaupun berat hati untuk meninggalkan tempat itu, tetapi saya sungguh bersyukur karena banyak sekali manfaat yang saya dapat hari itu. Nasehat-nasehat yang baik dari Pak Haji, juga bertambah teman dari TDA Surabaya.

Sampai bertemu lagi teman-teman TDA Surabaya. Sampai ketemu lagi Pak Haji Alay dan Mas Edi bersama kami dari Mastermind Jaksel. Kami akan jadwalkan segera kunjungan ke Pak Haji Alay. Terima kasih semua dan semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan karunia dan rizki-Nya kepada kita semua. Amin

Jimmy Harry Warnery

www.semutsemut.com